INSKANEWS, Bekasi — Kesenian tradisional Sambung Ganda yang dibawakan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Jatibening Baru, Ranting Pondok Gede, Cabang Kota Bekasi – Pusat Madiun, turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan RW 04, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.
Penampilan tersebut digelar di Lapangan RT 02/RW 04, Jalan Marnaputra Atas, pada panggung HUT RI di lingkungan RW 04, Sabtu (5/9/2026) malam. Pertunjukan seni bela diri dan budaya tersebut mendapat perhatian masyarakat yang hadir dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81.

Dalam kegiatan tersebut, Muhamad Ari Prasetyo selaku Ketua Rayon PSHT Jatibening Baru turut menjadi bagian dalam kegiatan pelestarian seni dan budaya tradisional. Sementara Didik Rianto merupakan Ketua Ranting PSHT Pondok Gede, sedangkan AKBP Suradi menjabat sebagai Penasehat PSHT.
PSHT sendiri memiliki sejarah panjang dalam perkembangan seni pencak silat dan kebudayaan Nusantara. PSHT berdiri di Madiun pada tahun 1922 yang dirintis oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Keberadaannya hingga kini terus berkembang dan menjadi salah satu bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Ketua Rayon PSHT Jatibening Baru, Muhamad Ari Prasetyo, menyampaikan bahwa kesenian dan budaya tradisional merupakan aset bangsa yang harus terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dengan memberikan ruang kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk belajar dan terlibat secara langsung.
“Kesenian dan budaya ini merupakan aset bangsa yang harus kita lestarikan dan terus kita gunakan serta kembangkan di bumi Nusantara. Bapak, Ibu, dan adik-adik yang ada di lingkungan RW 04, khususnya Jatibening Baru, silakan bergabung untuk bersama-sama melestarikan budaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan kegiatan seni dan budaya juga memiliki keterkaitan dengan semangat para pejuang dan perintis kemerdekaan Indonesia. Karena itu, momentum peringatan HUT RI menjadi kesempatan untuk kembali menggelorakan semangat perjuangan.
“Semangat perjuangan 1945 masih harus kita jaga sampai saat ini. Generasi muda adalah generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan para pendahulu kita,” katanya.
Menurutnya, memperingati kemerdekaan bukan hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga bagaimana generasi saat ini dapat meneruskan nilai-nilai perjuangan melalui karya dan kontribusi nyata untuk bangsa.
“Jangan hanya memperingati jasa-jasa para pahlawan, tetapi bagaimana sebagai generasi muda kita tetap menggelorakan semangat. Semangatnya adalah semangat membangun bangsa ini dengan kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberagaman budaya Indonesia agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
“Kita harus melestarikan semua budaya yang ada di bangsa kita. Ini merupakan tanggung jawab bersama agar kekayaan budaya Nusantara tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.
Penampilan Sambung Ganda PSHT Rayon Jatibening Baru tersebut menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan memperkenalkan seni budaya Nusantara. Selain menjadi hiburan dalam perayaan HUT RI ke-81, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.
Semangat kebersamaan yang ditampilkan melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia tetap terjaga.
Wartawan : Kusni Editor : Kusni








