SALATIGA, INSKA NEWS — Wisuda Purna Wiyata Pawiyatan Panatacara dan Pamedarsabda Bergada 21 Permadani Kota Salatiga dilaksanakan pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para peserta yang telah menyelesaikan proses pembelajaran untuk mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat.
Wisuda Purna Wiyata ini merupakan bagian dari proses pendidikan dan pelestarian seni budaya Jawa, khususnya dalam bidang panatacara atau pembawa acara serta pamedarsabda, yakni kemampuan menyampaikan pidato, sambutan, atau penyampaian pesan menggunakan bahasa Jawa dengan memperhatikan unggah-ungguh.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran DPP Permadani, DPW Permadani Jawa Tengah, serta perwakilan Permadani dari sejumlah daerah, di antaranya Kota Magelang, Kota Semarang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Semarang, Kendal, Sragen, Grobogan, Klaten, dan Boyolali.
Selain jajaran Permadani, kegiatan juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Salatiga serta sejumlah undangan dan pihak yang turut mendukung penyelenggaraan kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak R. Soeparno Prawiroatmojo, yang dikenal dengan nama Raden Tumenggung Prawiro Budoyo Nagoro, selaku Pagarsa atau Ketua DPD Permadani Kota Salatiga, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu sehingga wisuda hari ini dapat terlaksana,” ujarnya.
Ia berharap, setelah mengikuti prosesi wisuda, seluruh anggota Pawiyatan dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti proses pembelajaran.
Menurutnya, pembelajaran yang diperoleh di Pawiyatan diharapkan tidak hanya menjadi bekal bagi para peserta secara pribadi, tetapi juga dapat memberikan manfaat ketika mereka terjun dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Dengan wisuda ini, kami berharap seluruh anggota Pawiyatan dapat terjun ke masyarakat dengan membawa ilmu yang telah didapatkan selama ini,” tambahnya.
Dorong Pelestarian Budaya Jawa
Wisuda Purna Wiyata Pawiyatan Panatacara dan Pamedarsabda Bergada 21 juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan budaya Jawa melalui proses pembelajaran dan praktik penggunaan bahasa Jawa dalam kehidupan bermasyarakat.
Kemampuan menjadi panatacara maupun pamedarsabda tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga menekankan penggunaan bahasa Jawa sesuai unggah-ungguh, tata krama, serta konteks acara yang dihadiri.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh dan menggunakannya dalam berbagai kegiatan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Keberadaan Pawiyatan Panatacara dan Pamedarsabda juga menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi generasi penerus untuk mengenal, memahami, dan mempraktikkan bahasa serta tata nilai budaya Jawa dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan terselenggaranya Wisuda Purna Wiyata Bergada 21, Permadani Kota Salatiga diharapkan dapat terus melanjutkan proses pembinaan dan pendidikan budaya Jawa, sekaligus mendorong para lulusan untuk berperan aktif di tengah masyarakat.(mmn)








