“Monster Pabrik Rambut” Tembus Berlinale, Angkat Horor Dunia Kerja

INSKA NEWS

INSKA NEWS, Jakarta—-Film Monster Pabrik Rambut resmi diperkenalkan kepada publik dalam sebuah sesi konferensi pers yang menghadirkan para pemain dan kru. Film ini diproduksi oleh Palari Films dan menjadi salah satu proyek ambisius yang melibatkan kolaborasi lintas negara. Karya tersebut sebelumnya telah melakukan penayangan perdana dunia (world premiere) di Berlinale di Berlin, Jerman, pada Februari 2026.

Produser menjelaskan bahwa film ini merupakan hasil kerja sama lima negara, yakni Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Selain itu, distribusi internasional didukung oleh Showbox dari Korea Selatan. Dalam penayangan perdananya di Berlin, film ini diputar di hadapan sekitar 2.000 penonton dan mendapat respons positif dari media serta audiens internasional.

Sutradara Edwin menyampaikan bahwa film ini berangkat dari realitas kehidupan sehari-hari, khususnya dunia kerja. Ia menuturkan bahwa ide cerita muncul dari pertanyaan sederhana tentang rutinitas manusia.

Ia mengatakan, “Film ini lahir dari pertanyaan kenapa kita bekerja dan kenapa kita terus mengulang rutinitas yang sama setiap hari.”

Menurutnya, film ini mencoba menggambarkan sistem kerja yang kerap kali tidak manusiawi melalui pendekatan horor, fantasi, dan komedi.

Film ini juga melibatkan sejumlah kolaborator ternama di industri kreatif Indonesia, seperti Ernest Prakasa, Dian Sastrowardoyo, dan Maudy Ayunda. Keterlibatan mereka dinilai menjadi bentuk kepercayaan sekaligus penguatan kualitas produksi. Pihak produser menyebut kolaborasi menjadi nilai utama dalam proyek ini, terutama setelah industri film bangkit dari masa pandemi.

Dari sisi cerita, Monster Pabrik Rambut mengisahkan tiga bersaudara yang kembali ke pabrik tempat ibu mereka bekerja setelah sang ibu meninggal dunia. Karakter Putri, Ida, dan Bona harus menggantikan posisi ibunya sekaligus mengungkap misteri di balik kematian tersebut. Narasi ini menyoroti tekanan kerja, utang, hingga sisi gelap dunia industri yang terasa dekat dengan kehidupan banyak orang.

Aktor Iqbaal Ramadhan yang terlibat dalam film ini menyebut tema yang diangkat sangat relevan secara global. Ia menilai pengalaman kerja yang penuh tekanan tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di berbagai negara.

Ia mengungkapkan, “Ternyata rasa lelah, tekanan kerja, sampai konflik dengan lingkungan kerja itu dirasakan juga oleh penonton di Eropa.”

Selain tayang di Berlin, film ini juga diputar dalam festival film di Hong Kong dan berhasil mencatatkan penjualan tiket yang habis terjual. Hal ini memperkuat anggapan bahwa isu yang diangkat memiliki keterkaitan universal, terlepas dari latar budaya yang berbeda. Respon audiens menunjukkan bahwa tema dunia kerja dapat diterima secara luas.

Proses produksi film ini dilakukan di gedung Perum Produksi Film Negara (PFN) yang memiliki nilai historis dalam industri perfilman Indonesia. Sutradara memanfaatkan atmosfer bangunan tersebut untuk memperkuat nuansa cerita, sekaligus menghadirkan efek visual praktikal tanpa bergantung pada teknologi CGI.

Film Monster Pabrik Rambut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Dengan perpaduan genre horor, fantasi, dan kritik sosial, film ini diharapkan menjadi alternatif tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang realitas dunia kerja modern. (***)

Also Read

Tags