Final Poster Harusnya Horror Dirilis, Reza Arap Perkenalkan Dua Lagu Pengiring Film

INSKA NEWS

INSKANEWS, Jakarta — Menjelang penayangan perdananya di seluruh bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026, film Harusnya Horror merilis final poster sekaligus memperkenalkan dua lagu yang akan menjadi bagian penting dalam perjalanan ceritanya. Film garapan Ess Jay Pictures ini menjadi debut Reza Oktovian atau Reza Arap sebagai sutradara film layar lebar dan diproduksi oleh David Suwarto, Sridhar Jetty, serta Jimmy Lalwani. Pada Selasa, (21/7).

Harusnya Horror dibintangi Reza Arap bersama mendiang Lula Lahfah, Geng AAAClan dan Marapthon yang terdiri atas Tierison (Jot), Garry Ang, Yukatheo, Aldy Renaldy (Aloy), Bravyson, Niko Junius, Ariyanto (Ibot), dan Teguh Prakoso (Tepe). Film ini juga menghadirkan Ronny P. Tjandra, Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos (Celloz). Kehadiran mendiang Lula Lahfah menjadi penghormatan tersendiri, yang dikenang seluruh tim produksi atas dedikasi dan kontribusinya selama proses pembuatan film.

Peluncuran final poster dilakukan setelah kampanye kreatif yang mengajak masyarakat untuk membuat ulang (re-create) poster resmi Harusnya Horror. Antusiasme warganet terlihat dari banyaknya karya yang beredar di media sosial, terutama poster-poster yang memasukkan sosok Tepe, yang sebelumnya tidak tampil dalam poster resmi pertama.

Reza Arap menjelaskan bahwa respons para penggemar menjadi salah satu alasan lahirnya final poster tersebut. Menurutnya, antusiasme publik menunjukkan kedekatan penonton dengan para personel AAAClan dan Marapthon, sehingga tim produksi memutuskan menghadirkan poster baru yang menampilkan seluruh karakter utama secara lengkap.

“Karena banyak yang bertanya kenapa enggak ada Tepe di poster yang sudah kami rilis, akhirnya sekarang kami rilis final poster Harusnya Horror yang ada Tepe-nya. Kami juga sangat mengapresiasi teman-teman yang sudah ikutan re-create poster Harusnya Horror dengan memasukkan Tepe, dan banyak banget yang ikutan. Terima kasih untuk dukungannya,” ujar Reza Arap.

Selain final poster, tim produksi juga memperkenalkan dua lagu yang menjadi bagian dari film, yakni “Kicau Mania” yang dipopulerkan Ndarboy Genk serta “Untuk yang BersamaNya” dari Mahalini. Perpaduan kedua lagu tersebut dipilih untuk menggambarkan nuansa cerita yang memadukan unsur komedi dengan sisi emosional yang kuat sehingga mendukung perjalanan setiap karakter di dalam film.

Reza Arap mengatakan seluruh unsur dalam film, mulai dari alur cerita, naskah, hingga dialog, dirancang agar dekat dengan realitas yang sering ditemui penonton. Ia juga menegaskan bahwa proses produksi menjadi tantangan besar karena seluruh tim berupaya memberikan hasil terbaik dengan dukungan penuh dari Ess Jay Pictures.

“Dari segi cerita, naskah, bahkan dialog, semuanya akan terasa relate dengan situasi yang terjadi. Yang akan kalian tonton di film ini akan membuat kalian merasa, ‘kok bisa begini ya, kok bisa begitu ya.’ Jadi buat nanti yang nonton Harusnya Horror, pay attention every detail. Di film ini kami benar-benar push our limit. Kami sudah memberikan yang terbaik, dan Ess Jay Pictures juga memberikan kebebasan serta dukungan penuh dalam proses kreatif,” kata Reza.

Sementara itu, produser Jimmy Lalwani mengungkapkan bahwa gagasan menghadirkan Harusnya Horror berawal dari kekagumannya terhadap kekompakan Geng AAAClan dan Marapthon yang ia lihat melalui media sosial. Chemistry yang kuat di antara mereka dinilai memiliki potensi untuk diterjemahkan ke dalam sebuah film layar lebar. Atas dasar itu, Ess Jay Pictures memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkarya di industri perfilman. Film Harusnya Horror dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 AguFinal Poster Harusnya Horror Dirilis, Reza Arap Perkenalkan Dua Lagu Pengiring Film

Menulis

Menjelang penayangan perdananya di seluruh bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026, film Harusnya Horror merilis final poster sekaligus memperkenalkan dua lagu yang akan menjadi bagian penting dalam perjalanan ceritanya. Film garapan Ess Jay Pictures ini menjadi debut Reza Oktovian atau Reza Arap sebagai sutradara film layar lebar dan diproduksi oleh David Suwarto, Sridhar Jetty, serta Jimmy Lalwani.

Harusnya Horror dibintangi Reza Arap bersama mendiang Lula Lahfah, Geng AAAClan dan Marapthon yang terdiri atas Tierison (Jot), Garry Ang, Yukatheo, Aldy Renaldy (Aloy), Bravyson, Niko Junius, Ariyanto (Ibot), dan Teguh Prakoso (Tepe). Film ini juga menghadirkan Ronny P. Tjandra, Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos (Celloz). Kehadiran mendiang Lula Lahfah menjadi penghormatan tersendiri, yang dikenang seluruh tim produksi atas dedikasi dan kontribusinya selama proses pembuatan film.

Peluncuran final poster dilakukan setelah kampanye kreatif yang mengajak masyarakat untuk membuat ulang (re-create) poster resmi Harusnya Horror. Antusiasme warganet terlihat dari banyaknya karya yang beredar di media sosial, terutama poster-poster yang memasukkan sosok Tepe, yang sebelumnya tidak tampil dalam poster resmi pertama.

Reza Arap menjelaskan bahwa respons para penggemar menjadi salah satu alasan lahirnya final poster tersebut. Menurutnya, antusiasme publik menunjukkan kedekatan penonton dengan para personel AAAClan dan Marapthon, sehingga tim produksi memutuskan menghadirkan poster baru yang menampilkan seluruh karakter utama secara lengkap.

“Karena banyak yang bertanya kenapa enggak ada Tepe di poster yang sudah kami rilis, akhirnya sekarang kami rilis final poster Harusnya Horror yang ada Tepe-nya. Kami juga sangat mengapresiasi teman-teman yang sudah ikutan re-create poster Harusnya Horror dengan memasukkan Tepe, dan banyak banget yang ikutan. Terima kasih untuk dukungannya,” ujar Reza Arap.

Selain final poster, tim produksi juga memperkenalkan dua lagu yang menjadi bagian dari film, yakni “Kicau Mania” yang dipopulerkan Ndarboy Genk serta “Untuk yang BersamaNya” dari Mahalini. Perpaduan kedua lagu tersebut dipilih untuk menggambarkan nuansa cerita yang memadukan unsur komedi dengan sisi emosional yang kuat sehingga mendukung perjalanan setiap karakter di dalam film.

Reza Arap mengatakan seluruh unsur dalam film, mulai dari alur cerita, naskah, hingga dialog, dirancang agar dekat dengan realitas yang sering ditemui penonton. Ia juga menegaskan bahwa proses produksi menjadi tantangan besar karena seluruh tim berupaya memberikan hasil terbaik dengan dukungan penuh dari Ess Jay Pictures.

“Dari segi cerita, naskah, bahkan dialog, semuanya akan terasa relate dengan situasi yang terjadi. Yang akan kalian tonton di film ini akan membuat kalian merasa, ‘kok bisa begini ya, kok bisa begitu ya.’ Jadi buat nanti yang nonton Harusnya Horror, pay attention every detail. Di film ini kami benar-benar push our limit. Kami sudah memberikan yang terbaik, dan Ess Jay Pictures juga memberikan kebebasan serta dukungan penuh dalam proses kreatif,” kata Reza.

Sementara itu, produser Jimmy Lalwani mengungkapkan bahwa gagasan menghadirkan Harusnya Horror berawal dari kekagumannya terhadap kekompakan Geng AAAClan dan Marapthon yang ia lihat melalui media sosial. Chemistry yang kuat di antara mereka dinilai memiliki potensi untuk diterjemahkan ke dalam sebuah film layar lebar. Atas dasar itu, Ess Jay Pictures memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkarya di industri perfilman. Film Harusnya Horror dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.stus 2026. (***)

 

(Rizki)

Also Read

Tags