Ghost in the Cell” Hadirkan Pameran Instalasi Seni Macabre di Dunia Nyata

INSKA NEWS

INSKANEWS, Jakarta, 15 Mei 2026 – Rumah produksi Come and See Pictures menghadirkan pameran instalasi seni bertajuk MACABRE ART INSTALLATION yang terinspirasi dari film Ghost in the Cell karya Joko Anwar. Pameran ini digelar di Nirmana Falatehan pada 16–22 Mei 2026 dan terbuka gratis untuk umum mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB setiap hari. 

Pameran tersebut menampilkan enam karya instalasi “macabre art” yang sebelumnya muncul dalam film dan kini direalisasikan menjadi instalasi fisik berskala nyata melalui kolaborasi lintas disiplin antara sineas, ilustrator, prosthetic artist, make-up artist, costume designer, sound artist, hingga tim artistik. Enam instalasi itu masing-masing berjudul The Fan  Shower Head, The Stove, The Dancer, Flood Light, dan Lady Justice.

Dalam film Ghost in the Cell, instalasi tersebut menjadi bagian dari narasi horor sekaligus kritik sosial politik. Seluruh karya digambarkan berasal dari tindakan brutal sebuah entitas dari hutan Kalimantan yang kehilangan habitat akibat deforestasi karena tambang nikel, kemudian membunuh manusia dengan aura negatif dan membentuk tubuh mereka menjadi objek seni grotesk.

Sutradara dan penulis film, Joko Anwar, mengatakan pameran ini menjadi cara untuk membawa isu dalam film ke pengalaman yang lebih nyata bagi publik.

“Film membuat penonton melihat. Ruang pamer membuat pengunjung berhadapan langsung dengan isu di dalam film,” kata Joko Anwar.

Melalui pengalaman ruang, suara, tekstur, cahaya, dan skala fisik instalasi, pengunjung diajak memasuki atmosfer yang sebelumnya hanya dapat disaksikan lewat medium sinema. Pameran ini juga diharapkan membuka ruang dialog tentang tubuh, kekerasan, konsumsi, kekuasaan, serta bagaimana manusia dapat berubah menjadi objek dalam sistem sosial yang brutal.

Selain menjadi perluasan artistik dari film, *MACABRE ART INSTALLATION* disebut sebagai upaya Come and See Pictures memperkenalkan seni instalasi dan seni kontemporer kepada generasi muda melalui medium film dan budaya populer.

Pameran ini melibatkan sejumlah concept artist Indonesia, di antaranya Anwita Citriya, Benediktus Budi, Benny Kusnoto, Coki Greenway, Hafidzjudin, dan Rudy Ao. Sementara realisasi fisik instalasi dikerjakan bersama Dennis Sutanto, Novie Ariyanti, Ical Tanjung, Monika Paska, M. Anwar, Aghi Narottama, serta Tony Merle.

Dengan pendekatan visual yang memadukan horor, seni kontemporer, satire sosial, dan pengalaman imersif, pameran ini disebut menjadi salah satu eksplorasi lintas medium paling ambisius dalam kampanye film Indonesia.

Ryennaldy Zulkarnain

Also Read

Tags