Dwi Sasono Jadi Ayah Bermasalah di Film Jangan Buang Ibu

INSKA NEWS

×

🎁 Tunggu Sebentar!

Sebelum meninggalkan halaman ini, lihat rekomendasi produk pilihan yang sedang banyak dicari.

Lihat Sekarang

INSKA NEWS, Jakarta — Rumah produksi Leo Pictures kembali menghadirkan drama keluarga bertajuk Jangan Buang Ibu yang dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026.

Film ini mengangkat kisah perjuangan seorang ibu dalam mempertahankan keutuhan keluarga di tengah berbagai persoalan hidup yang menghimpit. Pada Selasa, 8 Juni 2026.

Melalui trailer terbaru yang dirilis pada awal Juni 2026, publik diperlihatkan sisi berbeda dari Dwi Sasono. Aktor yang selama ini dikenal sebagai sosok keluarga yang hangat tersebut memerankan karakter seorang ayah dengan kepribadian kompleks dan penuh masalah.

Dalam sejumlah adegan, ia tampak melontarkan kata-kata kasar, membentak anggota keluarga, hingga melakukan tindakan kekerasan yang menjadi bagian penting dari konflik cerita.

Film yang disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu ini berfokus pada kehidupan Ristiana yang diperankan oleh Nirina Zubir.

Setelah ditinggalkan suaminya, Ristiana harus berjuang seorang diri membesarkan tiga anaknya, yaitu Tama, Dewi, dan Tria. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia tetap berusaha memberikan pendidikan dan kasih sayang terbaik bagi keluarganya, meski harus menghadapi beban utang yang ditinggalkan sang suami.

Menurut Dwi Sasono, karakter yang diperankannya bukan sekadar sosok ayah yang keras, melainkan seseorang yang memiliki harapan besar terhadap masa depan anak-anaknya. Ia menjelaskan bahwa sikap keras tersebut lahir dari ketakutan akan kegagalan yang pernah dialaminya sendiri.

“Dia punya harapan yang terbaik untuk anaknya. Dia tidak mau anaknya gagal seperti dia,” ujar Dwi Sasono.

Meski memerankan tokoh yang jauh berbeda dari kehidupan pribadinya, Dwi mengaku memiliki pandangan tersendiri mengenai pola asuh anak. Ia menilai bahwa setiap anak memiliki jalan hidup dan tujuan yang berbeda sehingga orang tua tidak seharusnya memaksakan kehendaknya.

Dwi mengatakan bahwa dirinya meyakini anak bukan sepenuhnya milik orang tua, melainkan memiliki misi dan perjalanan hidup masing-masing.

“Saya percaya setiap kelahiran memiliki misinya sendiri dan setiap anak mempunyai blueprint kehidupannya masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, karakter Tria yang diperankan oleh Saputra Kori digambarkan sebagai anak bungsu yang tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah sejak masih dalam kandungan.

Kondisi tersebut membuatnya menjalani masa remaja dengan berbagai persoalan, termasuk perilaku yang kurang baik di lingkungan sekolah. Namun berkat didikan dan kasih sayang ibunya, Tria berusaha memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.

Saputra Kori mengaku tersentuh oleh kisah yang diangkat dalam film tersebut. Ia mengatakan bahwa apabila berada pada posisi Tria di kehidupan nyata, dirinya akan berusaha bekerja keras demi membahagiakan sang ibu.

“Saya akan berjuang sekuat tenaga untuk mengangkat derajat keluarga dan memberikan kehidupan yang lebih baik kepada ibu. Saya juga tidak akan pernah melupakan semua pengorbanannya,” kata Saputra.

Selain Dwi Sasono, Nirina Zubir, dan Saputra Kori, film ini turut dibintangi oleh Refal Hady, Amanda Manopo, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, serta Humaira Jahra.

Dengan mengangkat tema pengorbanan orang tua, hubungan keluarga, dan bakti anak kepada ibu, Jangan Buang Ibu diharapkan mampu menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia sekaligus melanjutkan keberhasilan film drama keluarga produksi Leo Pictures sebelumnya. (***)

(Rizki)

Also Read

Tags