INSKA NEWS, Jakarta—–Film Jangan Buang Ibu resmi diperkenalkan kepada publik dalam rangkaian gala premiere yang berlangsung meriah di Jakarta. Acara tersebut dihadiri para pembuat film dan jajaran pemain, di antaranya Produser Agung Saputra, Sutradara Hadrah Daeng Ratu, Penulis Skenario Widya T. Arifiyanti, serta para produser eksekutif Luna Maya, Yasmin Napper, Nur Iman Syafei, dan Evy Surahmawati. Hadir pula para pemeran utama seperti Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Jared Ali, Humaira Zahra, Farrel Farisqy, Nunung, Inggrid Widjanarko, dan Mpok Atiek. Pada Kamis (11/6/2026).
Film yang diadaptasi dari novel karya Wahyu D. Berangga tersebut mengangkat kisah tentang hubungan anak dan ibu yang sarat emosi serta dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui alur cerita yang menyentuh, film ini mengajak penonton untuk kembali merenungkan arti kehadiran orang tua dalam kehidupan sehari-hari, terutama sosok ibu yang kerap menjadi tempat pulang dan sumber kasih sayang keluarga.
Produser Agung Saputra menjelaskan bahwa film ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan cerita yang lebih mendalam tentang pengorbanan seorang ibu. Menurutnya, proses penggarapan dimulai ketika dirinya menemukan novel tersebut dan kemudian bekerja sama dengan penulis skenario serta sutradara untuk mengembangkannya menjadi sebuah karya layar lebar yang kuat secara emosional.
“Kalau ada waktu dan kesempatan, berbaktilah kepada orang tua. Apa pun keadaan mereka, kita tetap terlahir dari mereka. Waktu tidak bisa diputar kembali,” kata Agung Saputra.
Sementara itu, Sutradara Hadrah Daeng Ratu mengungkapkan bahwa film ini menjadi pengingat tentang berbagai kenangan yang dibangun seorang ibu sejak anak-anak hingga dewasa. Ia menilai setiap pemain berhasil menghidupkan karakter dengan penuh perasaan sehingga pesan yang terkandung dalam cerita dapat tersampaikan kepada penonton secara utuh.
Penulis novel Wahyu D. Berangga menyampaikan rasa syukurnya karena karya yang ia tulis dapat diangkat ke layar lebar. Ia menilai proses adaptasi dilakukan dengan sangat baik sehingga karakter dan emosi yang sebelumnya hadir dalam bentuk narasi berhasil divisualisasikan secara kuat melalui film tersebut.
“Ini bukan sekadar cerita, melainkan fenomena yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Mudah-mudahan film ini dapat menghangatkan kembali kebersamaan dalam keluarga,” ujar Wahyu D. Berangga.
Aktris Nirina Zubir yang memerankan tokoh ibu mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga selama menjalani proses syuting. Selain harus memerankan karakter dalam tiga fase usia yang berbeda, ia juga merasakan makna mendalam tentang hubungan antara orang tua dan anak. Menurutnya, cara seseorang memperlakukan orang tuanya saat ini akan menjadi cerminan bagaimana dirinya diperlakukan oleh anak-anaknya kelak.
Antusiasme masyarakat terhadap film Jangan Buang Ibu juga terlihat dari rangkaian promosi yang telah digelar di sejumlah kota di Indonesia. Agung Saputra menyebutkan bahwa hampir seluruh penayangan dalam tur promosi mendapat sambutan luar biasa dan tiketnya terjual habis. Melalui film ini, para pembuatnya berharap masyarakat dapat lebih menghargai kehadiran orang tua, menyempatkan waktu untuk berkomunikasi, serta tidak menunda menunjukkan kasih sayang kepada ibu dan keluarga selama kesempatan itu masih ada. (***)
(Rizki)

















