INSKANEWS, Jakarta, 29 Juli 2026 — Penampilan anak-anak difabel dari Sanggar Aku Menari (Aku Menari Special) menjadi salah satu sorotan pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Gedung Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Mengusung tema “Garuda di Hati Anak Indonesia”, rangkaian kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 19.00 WIB. Acara tersebut menghadirkan beragam pertunjukan seni dari sanggar tari dan sekolah-sekolah di Jakarta sebagai wujud apresiasi terhadap kreativitas anak Indonesia.
Di antara berbagai penampilan, aksi anak-anak difabel dari Sanggar Aku Menari berhasil memikat perhatian penonton. Mereka yang terdiri atas anak dengan down syndrome, teman tuli, dan anak berkebutuhan khusus (ABK) menampilkan tari daerah yang diiringi musik khas Betawi.
Penampilan mereka semakin memukau dengan balutan busana adat Betawi yang dikenakan selama pertunjukan. Para penari tampil anggun dan percaya diri mengenakan pakaian bernuansa cerah dengan sentuhan motif khas Betawi yang memperkuat karakter tarian. Keserasian kostum dengan iringan musik tradisional menghadirkan nuansa budaya Betawi yang kental di atas panggung.
Koordinasi gerakan yang rapi, kekompakan antarpenari, serta rotasi formasi yang terjaga di atas panggung megah Gedung Teater Besar mendapat sambutan meriah. Tepuk tangan bergemuruh dari penonton mengiringi penampilan mereka hingga akhir pertunjukan.
Kehadiran Sanggar Aku Menari menjadi bukti bahwa semangat bela negara dan kecintaan terhadap budaya Indonesia dapat diwujudkan melalui seni tanpa mengenal batas. Penampilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa anak-anak penyandang disabilitas mampu mengekspresikan bakat dan potensinya secara setara di panggung nasional.
Berdasarkan keterangan Nisa, salah seorang pendamping anak-anak difabel yang tampil pada hari itu, Sanggar Aku Menari berlokasi di SMA Muhammadiyah 1 Jakarta, Jalan Kramat Raya Nomor 49, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Nisa menjelaskan, para peserta yang tampil berasal dari berbagai sekolah dan pusat terapi anak berkebutuhan khusus di sejumlah wilayah Jakarta, di antaranya Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Mereka berlatih bersama dalam wadah Sanggar Aku Menari untuk menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan kuat tentang inklusi, pelestarian budaya, dan kesetaraan bagi seluruh anak Indonesia.
—
Ryennaldy








