INSKANEWS, Jakarta, 26 Oktober 2026 — Film Pasukan 1000 Janda mendapat dukungan dari Paguyuban Warga Aceh seluruh Indonesia melalui Organisasi Taman Iskandar Muda (TIM). Film produksi Manara Films ini mengangkat sosok pahlawan perempuan Aceh, Laksamana Malahayati, dengan pendekatan fantasy action yang ditujukan untuk memperkenalkan sejarah perjuangan perempuan kepada generasi muda.
Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara sutradara Archie Hekagery dan Ketua Umum PP Taman Iskandar Muda periode 2026–2030, Ir. H. Muslim Armas.
Film yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026 ini juga menjadi bentuk penghormatan Archie terhadap tanah leluhur keluarganya yang berasal dari Aceh.
Dewan Kehormatan PP Taman Iskandar Muda, Dr. Ir. H. Mustafa Abubakar, menyambut positif pengangkatan sosok Malahayati ke layar lebar. Menurut dia, perjuangan sang laksamana perempuan memiliki nilai sejarah yang patut dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia.
“Kami merasa bangga ada film tentang Malahayati lewat film Pasukan 1000 Janda. Saya merasa gemas, karena Malahayati ini sebenarnya juga tidak kalah dengan Cut Nyak Dhien. Kalau Cut Nyak Dhien itu berjuang di daratan dan pegunungan, sementara Malahayati di pesisir. Semoga film Pasukan 1000 Janda membanggakan warga Aceh dan Indonesia dengan perjuangannya bersama pasukan Inong Balee,” ujar Mustafa.
Ketua Umum PP Taman Iskandar Muda, Ir. H. Muslim Armas, mengatakan dukungan organisasinya tidak hanya didasari latar belakang sejarah Aceh dalam film tersebut, tetapi juga pendekatan penceritaan yang dinilai dapat menarik perhatian penonton muda.
“Taman Iskandar Muda sebagai paguyuban masyarakat Aceh di perantauan mendukung penuh film ini, tidak saja karena berlatar belakang pahlawan Aceh, tetapi juga karena film ini memilih pendekatan yang berbeda yang membuat generasi muda penasaran ingin menyaksikan film yang berlatar sejarah tetapi action-nya digarap seperti layaknya film luar negeri,” kata Muslim.
Penghormatan Sutradara untuk Tanah Leluhur
Archie Hekagery menjelaskan, pemilihan genre fantasy action diharapkan membuat kisah Malahayati lebih mudah menjangkau penonton muda, termasuk generasi yang belum banyak mengenal tokoh sejarah tersebut.
“Film Pasukan 1000 Janda menggunakan pendekatan fantasy action, karena diharapkan film ini juga bisa menyentuh ke penonton muda. Semoga film ini bisa membuat pahlawan dari Aceh yang demikian hebat menjadi lebih dikenal oleh generasi muda di seluruh dunia,” ungkap Archie.
Ia juga mengungkapkan hubungan personalnya dengan Aceh menjadi salah satu alasan di balik penggarapan film tersebut.
“Ayah saya, nenek saya orang Aceh asli. Jadi saya membuat film Pasukan 1000 Janda juga untuk kampung halaman nenek saya,” tambah Archie.
Sementara itu, Cut Mini, yang memerankan Maesaroh, salah satu anggota pasukan Inong Balee, menyoroti kekuatan perempuan Aceh yang menjadi bagian penting dalam cerita film ini.
“Kami ingin memperlihatkan bahwa Aceh itu indah, kuat, dan kokoh, serta film ini menunjukkan bahwa perempuan-perempuan Aceh itu hebat,” ungkap Cut Mini.
Atiqah Hasiholan Perankan Laksamana Malahayati
Film Pasukan 1000 Janda disutradarai Archie Hekagery dan diproduseri Yuda Wirafianto, dengan Mifta Nur Rizki sebagai ko-produser serta Bunga Mentari sebagai produser eksekutif.
Atiqah Hasiholan dipercaya memerankan Laksamana Malahayati, sosok pemimpin pasukan yang digambarkan perkasa dan berani. Adapun pasukan Inong Balee diperankan antara lain oleh Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani.
Jajaran pemain lainnya mencakup Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, serta Ron Smoorenburg, aktor laga asal Belanda yang pernah beradu peran dengan Jackie Chan dalam film Who Am I?.
Kisah Perlawanan Perempuan Aceh
Berlatar Selat Malaka pada 1599, film ini mengisahkan ancaman armada Belanda yang dipimpin Cornelis untuk merebut jalur perdagangan strategis Nusantara. Setelah desa-desa dibakar dan banyak lelaki gugur dalam peperangan, para perempuan yang kehilangan suami dan keluarga bangkit membentuk pasukan untuk mempertahankan tanah mereka.
Di tengah ancaman tersebut, muncul pertanyaan tentang keberadaan Malahayati yang sebelumnya menghilang setelah berhasil mengalahkan armada Portugis. Kisah ini kemudian membawa penonton pada perjuangan pasukan para janda dalam menghadapi kekuatan penjajah.
Melalui perpaduan kisah sejarah dan aksi fantasi, Pasukan 1000 Janda berupaya menghadirkan gambaran keberanian perempuan Aceh sekaligus memperkenalkan sosok Laksamana Malahayati kepada khalayak yang lebih luas.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Informasi terbaru dapat diikuti melalui akun Instagram @pasukan1000janda dan @manara.studios.
—
Ryennaldy








