BRIE Masuki Villain Era Lewat Single Terbaru “SIREN”

inskanewstv

October 23, 2026

3
Min Read

On This Post

INSKANEWS, Jakarta, 23 Oktober 2026 — Penyanyi dan penulis lagu asal Indonesia, BRIE, merilis single terbaru berjudul “SIREN” pada 8 Oktober 2026. Lagu bergenre alternative R&B dengan sentuhan dark pop ini menjadi kelanjutan perjalanan musikalnya setelah “SPICE”, sekaligus menandai fase yang disebutnya sebagai Villain Era.

Melalui “SIREN”, BRIE mengangkat tema keberanian untuk menjadi diri sendiri di tengah ekspektasi dan penilaian orang lain. Jika “SPICE” menggambarkan keberanian untuk menunjukkan jati diri, single terbarunya menyoroti tantangan yang muncul ketika tidak semua orang dapat menerima diri seseorang apa adanya.

Bagi BRIE, Villain Era bukanlah fase untuk menjadi sosok antagonis, melainkan momentum untuk berhenti mengecilkan diri demi memenuhi persepsi orang lain.

Terinspirasi Mitologi Yunani

Judul “SIREN” merujuk pada makhluk dalam mitologi Yunani yang dikenal memikat para pelaut melalui nyanyian mereka. Daya tarik tersebut menjadi inspirasi bagi BRIE untuk menggambarkan sesuatu yang terdengar indah dan menenangkan, tetapi menyimpan konsekuensi yang tidak selalu menyenangkan.

“‘SIREN’ bukan ajakan buat marah, tapi ajakan untuk bersuara,” ujar BRIE dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, lagu tersebut berbicara tentang keberanian untuk mengekspresikan diri dan menyampaikan hal-hal yang selama ini dipendam. Lagu ini juga mengajak pendengar menerima kenyataan bahwa kejujuran tidak selalu membuat orang lain merasa nyaman.

“SIREN” ditujukan bagi mereka yang pernah merasa harus terus mengalah, memahami keadaan orang lain, dan memilih diam meskipun memiliki banyak hal yang ingin disampaikan.

Hadirkan Nuansa Musik Lebih Gelap

Dari sisi musikal, “SIREN” menghadirkan nuansa berbeda dibandingkan “SPICE”. Jika single sebelumnya mengusung energi alternative R&B yang tajam dan penuh percaya diri, lagu terbaru ini mengeksplorasi perpaduan alternative R&B dan dark pop dengan atmosfer yang lebih misterius.

Lapisan vokal yang menggema, permainan bas yang halus, serta synthesizer bernuansa ambient membangun suasana yang seolah membawa pendengar ke tengah lautan. Elemen-elemen tersebut memperkuat konsep lagu yang terinspirasi dari nyanyian siren dalam mitologi Yunani.

Perbedaan pendekatan musikal ini juga mencerminkan keinginan BRIE untuk tidak terikat pada satu label atau karakter artistik tertentu. Melalui “SIREN”, ia memperlihatkan sisi yang lebih gelap dan kompleks, sekaligus menegaskan bahwa seorang seniman dapat memiliki beragam ekspresi dalam karyanya.

Lagu ini ditulis oleh BRIE bersama Rasti Sryantoro, dengan Ivan Gojaya sebagai produser sekaligus penanggung jawab proses mixing dan mastering di Roemah Iponk. Produksi vokal melibatkan Ivan Gojaya dan Mohammed Kamga, yang juga berkontribusi sebagai vokal latar bersama BRIE. Sementara itu, bagian siulan diisi oleh Henry Bangun.

Melalui “SIREN”, BRIE mengajak pendengar untuk lebih berani mendengarkan suara hati dan berhenti membungkam diri sendiri. Baginya, keberanian tidak selalu berarti berbicara lebih keras, tetapi juga berani mengakui dan menyuarakan apa yang sebenarnya dirasakan.

Single “SIREN” dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan Deezer.

—

Ryennaldy

Related Post