Empat Jurnalis Hadapi Teror dalam Memburu Pemangsa

INSKA NEWS

×

🎁 Tunggu Sebentar!

Sebelum meninggalkan halaman ini, lihat rekomendasi produk pilihan yang sedang banyak dicari.

Lihat Sekarang

INSKA NEWS, Jakarta — Sinemaku Pictures kembali menghadirkan karya terbaru melalui film bergenre horror crime action berjudul Memburu Pemangsa. Film yang disutradarai Umay Shahab ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. Karya tersebut menjadi penutup rangkaian produksi Sinemaku Pictures tahun ini yang sebelumnya diperkenalkan kepada publik dengan judul kerja Siksa Sampai Mati. Senin, (22/06/2026).

Melalui video promosi yang dirilis di kanal media sosial resmi Sinemaku Pictures, publik diperkenalkan kepada empat tokoh utama yang berprofesi sebagai jurnalis investigasi. Keempat karakter tersebut diperankan oleh Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem. Mereka digambarkan terlibat dalam upaya mengungkap kasus kriminal besar yang berkaitan dengan sosok pemangsa misterius yang disebut bekerja sama dengan kekuatan iblis.

Nuansa misteri dan ketegangan tampak kuat dalam cuplikan yang dirilis. Berbagai petunjuk berupa dokumen kriminal, adegan kesurupan, hingga aksi kejar-kejaran yang menegangkan menjadi gambaran awal cerita yang akan disajikan kepada penonton. Film ini menggabungkan unsur horor, kriminal, dan laga dalam satu alur investigasi yang intens.

Selain empat pemeran utama perempuan tersebut, Memburu Pemangsa juga diperkuat sejumlah aktor dan aktris ternama. Mereka antara lain Rifnu Wikana, Andri Mashadi, Septian Dwi Cahyo, Norman Akyuwen, Jordan Omar, Ruth Marini, serta Shareefa Daanish. Kehadiran para pemain ini menambah kekuatan cerita yang mengangkat isu sosial sekaligus menghadirkan ketegangan khas film thriller.

Sutradara Umay Shahab mengatakan film ini merupakan langkah baru bagi Sinemaku Pictures yang selama ini dikenal melalui karya-karya drama. Menurut dia, Memburu Pemangsa hadir sebagai eksplorasi menuju genre yang lebih gelap dan menantang.

“Lewat genre horror crime action, kami mengikuti seorang jurnalis investigasi yang menelusuri kasus kriminal terbesar abad ini. Yang paling menakutkan bukanlah sesuatu yang gaib, melainkan monster berwajah manusia yang hidup di tengah masyarakat dan mengincar mereka yang paling kita lindungi. Isu ini nyata dan meresahkan, sehingga kami ingin penonton membawanya pulang sebagai bahan renungan,” ujar Umay Shahab.

Prilly Latuconsina mengungkapkan bahwa perannya sebagai jurnalis investigasi menuntut proses pendalaman karakter yang tidak ringan. Ia bahkan menemui sejumlah jurnalis dan pimpinan redaksi media untuk memahami dunia kerja profesi tersebut secara langsung. Menurutnya, film ini memiliki pesan penting karena mengangkat ancaman nyata yang dihadapi kelompok rentan di tengah masyarakat.

“Semakin dalam saya mendalami karakter ini, semakin saya menyadari bahwa ancaman terhadap mereka yang paling rentan benar-benar ada di sekitar kita. Film ini bukan hanya menghadirkan ketegangan, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama,” kata Prilly.

Sementara itu, Laura Basuki menyebut Memburu Pemangsa sebagai pengalaman baru dalam perjalanan kariernya. Selain menandai kembalinya ia ke genre horor setelah terakhir kali membintanginya pada 2018, film ini juga menjadi debutnya dalam film laga. Ia mengaku tertarik bergabung karena isu yang diangkat dinilai relevan dan penting untuk disampaikan kepada masyarakat.

“Meskipun waktu persiapan yang saya miliki hanya 17 hari, saya tetap menerima tawaran ini karena cerita dan isu yang dibawanya sangat kuat. Film ini memberi kesempatan bagi saya untuk mengeksplorasi karakter baru sekaligus mencoba genre action untuk pertama kalinya,” tutur Laura Basuki.

Didirikan pada 2019 oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina, Sinemaku Pictures dikenal melalui sejumlah film sukses seperti Kukira Kau Rumah (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), Bolehkah Sekali Saja Kumenangis (2024), dan Perayaan Mati Rasa (2025). Melalui Memburu Pemangsa, rumah produksi tersebut menghadirkan proyek yang disebut sebagai salah satu karya paling ambisiusnya, sekaligus memperluas eksplorasi ke genre horror crime action yang sarat ketegangan dan isu sosial. (***)

 

(Rizki)

Also Read

Tags