Jelang Muktamar ke-35 NU, PNF Ma’arif Usulkan Lajnah Khusus Pendidikan Non-Formal”

inskanewstv

August 27, 2026

3
Min Read

On This Post

INSKANEWS, Jombang — Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), perhatian terhadap penguatan pendidikan non-formal kembali mengemuka. Tim Pendidikan Non-Formal (PNF) LP Ma’arif PBNU mendorong agar pendidikan berbasis masyarakat, pesantren, dan komunitas Nahdliyin memiliki sistem pengelolaan yang lebih kuat serta berkelanjutan.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan diskusi strategis yang digelar di Aula Universitas Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 18.30 WIB itu mengangkat sejumlah agenda, di antaranya Sosialisasi Program Sekolah Model PNF, Relawan Pendidikan, serta diskusi mengenai konstelasi dan masa depan pendidikan non-formal di lingkungan NU.

Forum tersebut mempertemukan sejumlah penggiat pendidikan non-formal, akademisi, dan praktisi pendidikan. Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi untuk mempertemukan berbagai gagasan dan gerakan PNF yang berkembang di kalangan Nahdliyin.

Tim PNF LP Ma’arif PBNU hadir dari sejumlah daerah, antara lain Arif Fuadin dari Yogyakarta, H. Amirudin dari Jakarta, Ir. Lukman Hakim dari Jawa Timur, serta Heru Saleh dari Jawa Barat.

Perwakilan Tim PNF LP Ma’arif PBNU, Heru Saleh, menilai momentum menjelang Muktamar ke-35 NU menjadi kesempatan penting bagi para penggiat pendidikan non-formal untuk memperkuat kontribusinya terhadap organisasi dan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran para penggiat PNF dalam rangkaian kegiatan menjelang muktamar bukan sekadar mengikuti agenda organisasi. Momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mempererat konsolidasi sekaligus merumuskan arah pengembangan pendidikan non-formal ke depan.

“Alhamdulillah, hari ini kami Tim PNF LP Ma’arif PBNU bisa melaksanakan Sosialisasi Program Sekolah Model PNF, Relawan Pendidikan, dan Diskusi Konstelasi PNF NU untuk turut memeriahkan gelaran Muktamar 35 NU di Tambakberas Jombang,” ujar Heru.

Ia juga berharap berbagai ikhtiar yang dilakukan para penggiat PNF dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan membawa keberkahan bagi NU.

Sekolah Model dan Relawan Pendidikan

Salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan Program Sekolah Model PNF dan penguatan jaringan relawan pendidikan.

Program itu diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan non-formal yang lebih tertata, khususnya pendidikan yang berkembang melalui pesantren, komunitas, dan kelompok masyarakat Nahdliyin.

Penguatan tersebut dinilai penting karena pendidikan non-formal memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat yang belum sepenuhnya mendapatkan layanan pendidikan melalui jalur formal.

Ruang lingkupnya pun cukup luas, mulai dari pendidikan berbasis komunitas dan pesantren hingga pendidikan keterampilan serta berbagai model pembelajaran masyarakat.

Sebagai salah satu Organisasi Mitra Direktorat Pendidikan Non-Formal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Tim PNF LP Ma’arif PBNU juga mendorong terbangunnya sinergi antara gerakan pendidikan masyarakat dengan kebijakan pendidikan nasional.

Dorong PNF Memiliki Kelembagaan Khusus

Selain pengembangan program, penguatan kelembagaan menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam diskusi.

Tim PNF LP Ma’arif PBNU, Drs. H. Amirudin, menilai pendidikan non-formal membutuhkan ruang kelembagaan yang lebih jelas agar pengembangannya tidak hanya bergantung pada program atau kegiatan tertentu.

Salah satu gagasan yang muncul adalah pengembangan manajemen Pendidikan Non-Formal LP Ma’arif PBNU menjadi sebuah Lajnah di lingkungan PBNU Ma’arif yang secara khusus memiliki mandat mengelola dan mengembangkan pendidikan non-formal.

Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi pijakan untuk memperkuat tata kelola PNF, pengembangan program, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan jaringan kemitraan.

Momentum Muktamar ke-35 NU pun diharapkan dapat menjadi ruang strategis untuk membawa isu pendidikan non-formal ke dalam pembahasan organisasi.

Bagi Tim PNF LP Ma’arif PBNU, penguatan pendidikan non-formal tidak hanya menyangkut kepentingan internal organisasi. Lebih jauh, PNF dipandang sebagai salah satu bentuk kontribusi NU dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

Dengan demikian, Muktamar ke-35 NU tidak hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi, tetapi juga dapat menjadi titik penting untuk memperkuat arah pendidikan non-formal agar lebih terstruktur, memiliki kelembagaan yang kuat, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat***

Related Post