INSKANEWS, Jakarta—-Ketua Ikatan Alumni (ILUNI) 143 Angkatan 1989, Erwin Hardiyanto, menyampaikan progres awal kepengurusan periode 2026–2029 dalam pertemuan “Temu Kangen” sekaligus rapat koordinasi alumni. Kegiatan tersebut menjadi momentum perdana bagi jajaran pengurus baru untuk menyusun langkah organisasi, memperkuat silaturahmi, dan merancang berbagai program kerja yang akan dijalankan dalam tiga tahun ke depan. Minggu, 5 Juli 2026 di Bangi Kopi Kelapa Gading Jakarta Utara.
Dalam sambutannya, Erwin menjelaskan bahwa kepengurusan baru masih berada pada tahap pembentukan dan konsolidasi. Saat ini organisasi telah membentuk empat bidang utama, yakni Koordinator Donasi dan Pembiayaan, Koordinator Kegiatan Alumni, Koordinator Digital Media dan Pemberitaan, serta Koordinator Hubungan Masyarakat (Humas). Masing-masing bidang diharapkan mampu menjalankan tugasnya secara profesional demi mendukung perkembangan ruh utama organisasi.
“Kepengurusan ini masih baru terbentuk. Kami sedang membangun pondasi organisasi agar ke depan lebih aktif, terarah, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh alumni. Kami juga menyadari setiap pengurus memiliki kesibukan masing-masing, sehingga semua program akan dijalankan sesuai kemampuan dan semangat kebersamaan,” ujar Erwin.
Erwin juga memperkenalkan susunan lengkap pengurus Ikatan Alumni 143 Angkatan 1989 periode 2026–2029. Ia didampingi Arli Gardian sebagai Wakil Ketua, Eko Budianto sebagai Sekretaris sekaligus Bendahara, Assa Herlando Kalalo sebagai Koordinator Donasi dan Pembiayaan, Aris Supriyanto sebagai Koordinator Kegiatan Alumni, Rizki Trainar Kahayandi sebagai Koordinator Digital Media dan Pemberitaan, serta Teguh Suharjendro bersama Supriyadi (Ugay) sebagai Koordinator Humas dan Hubungan Antaralumni. Sementara Aryani dipercaya menangani pendataan alumni.
Menurut Erwin, fokus utama organisasi adalah mempererat komunikasi, memperkuat rasa kekeluargaan, serta membangun wadah yang solid, inspiratif, dan sinergis bagi seluruh alumni Angkatan 1989. Berbagai kegiatan seperti bakti sosial, temu kangen, reuni, hingga aksi kepedulian sosial akan menjadi agenda rutin yang dikoordinasikan oleh masing-masing bidang sesuai tugasnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Amanah ini akan kami jalankan sebaik mungkin. Kami juga berharap seluruh alumni dapat memberikan dukungan agar setiap program dapat terlaksana dengan baik demi kemajuan organisasi,” kata Erwin.
Dewan Pembina Hasan Basri menyatakan siap memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan baru. Ia mengingatkan pentingnya menjaga transparansi, terutama dalam pengelolaan keuangan dan pengambilan kebijakan organisasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun perpecahan di antara alumni.
“Belajarlah dari pengalaman sebelumnya. Yang paling penting adalah menjaga kekompakan dan berhati-hati dalam mengelola keuangan maupun mengambil keputusan. Alumni ini dibangun dengan perjuangan yang tidak mudah, sehingga jangan sampai rusak karena persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan komunikasi,” tegas Hasan Basri.
Hasan juga mengajak seluruh pengurus agar aktif membangun komunikasi melalui grup alumni, tidak hanya saat kegiatan berlangsung, tetapi juga ketika ada alumni maupun keluarga alumni yang mengalami musibah, sakit, atau membutuhkan bantuan. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama merupakan ruh utama organisasi alumni.
Sementara itu, Koordinator Kegiatan Alumni Aries Supriyanto mengusulkan agar setiap kegiatan dibuat sederhana tanpa membebani anggota dengan iuran besar. Ia menilai konsep kebersamaan jauh lebih penting dibanding kemewahan acara. Meski demikian, setiap kegiatan tetap memerlukan kepanitiaan yang jelas agar seluruh kebutuhan, mulai dari konsumsi, perlengkapan hingga akomodasi, dapat dipersiapkan secara terorganisir.
Dewan Pembina Hj. Juli Wulandari turut memberikan masukan agar pengurus lebih sering mengadakan pertemuan informal untuk membangun kedekatan dan kekompakan antarpengurus. Ia juga mengusulkan adanya kas sukarela dari pengurus sebagai dana operasional sederhana yang dapat digunakan sewaktu-waktu tanpa memberatkan siapapun.
“Yang penting kita sering bertemu supaya chemistry antarpengurus semakin kuat. Tidak perlu acara mewah. Kalau ada kas sukarela dari pengurus, berapa pun nilainya, itu bisa membantu operasional organisasi. Yang terpenting adalah kebersamaan dan rasa memiliki terhadap organisasi alumni ini,” ujar Hj. Juli (***)
(Rizki)

















