INSKANEWS, Jakarta – Keterlambatan pasokan bahan bakar minyak (BBM) menyebabkan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Jalan Raya Bekasi mengalami kekosongan stok. Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan, terutama sepeda motor, sejak pagi hingga malam hari. Rabu, 15 Juli 2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan. Situasi ini tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat yang hendak mengisi bahan bakar, tetapi juga memicu kemacetan di beberapa titik karena sebagian ruas jalan dipenuhi kendaraan yang menunggu giliran mengisi BBM.
Sejumlah pengendara mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM. Mereka berharap distribusi pasokan dapat segera kembali normal agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Salah seorang pengendara, Doni, mengatakan antrean panjang juga terjadi pada malam hari saat dirinya pulang bekerja.
“Saya biasanya pulang kerja sekitar pukul 21.00 WIB, tetapi antreannya tetap panjang. Kadang harus menunggu lebih dari 30 menit hanya untuk mengisi BBM. Semoga pasokan segera normal karena kondisi ini cukup menyulitkan masyarakat,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM di wilayah Jabodetabek tetap berlangsung dan perusahaan terus melakukan upaya percepatan penyaluran ke SPBU yang terdampak.
Pelaksana Tugas (Pjs.) Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Arya Yusa Dwicandra, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf atas kendala dan kondisi yang terjadi di lapangan serta terus berupaya melakukan penanganan agar layanan dapat kembali berjalan secara optimal,” kata Arya dalam keterangan resminya.
Ia menegaskan Pertamina berkomitmen menjaga kelancaran distribusi BBM agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Menurutnya, perusahaan terus mengoptimalkan penyaluran ke seluruh SPBU di wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), serta mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar proses normalisasi distribusi dapat berjalan lebih efektif.
Pemerintah melalui kebijakan sektor energi juga menegaskan bahwa ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM merupakan pelayanan publik yang harus dijaga. Karena itu, koordinasi antara pemerintah dan Pertamina terus dilakukan untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia dan masyarakat memperoleh layanan secara optimal.
Hingga berita ini diturunkan, proses distribusi BBM ke sejumlah SPBU masih terus berlangsung. Masyarakat berharap pasokan segera kembali normal sehingga antrean panjang dapat terurai, kemacetan berkurang, dan aktivitas warga kembali berjalan seperti biasa. (***)
(Dadan)

















