INSKA NEWS, Jakarta—–Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026. Film produksi Starvision bersama Skak Studios dan Legacy Pictures ini kembali melanjutkan kisah persahabatan lima sekawan dengan balutan komedi khas Jawa Timur yang dipadukan unsur horor pesugihan. Disutradarai Bayu Skak dan diproduseri Chand Parwez Servia, film ini digadang menjadi sajian hiburan yang lebih lucu, dramatis, sekaligus menegangkan dibanding film pertamanya. Pada Kamis, 28 Mei 2026.
Sekuel ini masih mengangkat tema pendakian gunung, namun dengan cerita yang lebih kompleks dan terinspirasi dari kisah nyata praktik pesugihan di kawasan Gunung Kawi, Jawa Timur. Dalam film tersebut, para anggota geng Sekawan Limo kembali berkumpul setelah tiga tahun sejak pendakian di Gunung Madyopuro. Reuni mereka berubah mencekam ketika keluarga Andrew terancam menjadi tumbal pesugihan hingga membawa mereka menuju Gunung Klawih.
Sutradara Bayu Skak mengatakan film ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga membawa pesan moral bagi penonton. Ia menegaskan bahwa cerita dalam film tersebut mengingatkan masyarakat agar tidak memilih jalan pintas dalam hidup demi mendapatkan sesuatu secara instan.
“Di film ini yang menjadi pesan adalah ojo nggolek dalan pintas atau jangan mencari jalan pintas. Sesuatu yang instan itu akan berujung petaka. Kita sering membandingkan hidup dengan orang lain, terutama dari media sosial, padahal kita tidak pernah tahu perjuangan di baliknya,” ujar Bayu Skak.
Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih menghadirkan deretan pemain lama dan wajah baru yang memperkuat unsur komedi maupun horor. Beberapa di antaranya ialah Bayu Skak, Nadya Arina, Benedictus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, Jihane Almira, Elsa Japasal, Joshua Suherman, hingga Cak Kartolo. Kehadiran kembali geng Yowis Ben juga menjadi salah satu daya tarik yang dinantikan penonton.
Produser Chand Parwez Servia menjelaskan bahwa film ini dikembangkan dengan pendekatan cerita yang lebih dalam pada setiap karakter. Menurutnya, konflik dan perjalanan masing-masing tokoh akan membuat unsur komedi menjadi lebih kuat sekaligus menghadirkan rasa penasaran bagi penonton sepanjang film berlangsung.
“Di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih kami menyajikan cerita yang lebih kompleks. Setiap karakter memiliki cerita mereka masing-masing yang akan menambah kekuatan komedinya dan membuat penonton semakin penasaran,” kata Chand Parwez Servia.
Aktris Jihane Almira yang baru bergabung dalam film ini mengaku merasa nyaman menjalani proses syuting bersama para pemain yang mayoritas menggunakan bahasa Jawa. Perempuan asal Semarang itu menyebut suasana produksi terasa seperti pulang ke kampung halaman karena logat dan budaya Jawa yang begitu kental selama proses pengambilan gambar.
Sementara itu, Benedictus Siregar mengungkapkan rasa senangnya kembali bermain dalam semesta Sekawan Limo. Ia menilai film kedua ini menghadirkan komedi yang lebih pecah dan penuh kejutan bagi penonton. Benedictus juga memberi bocoran bahwa ada adegan unik bersama Elsa Japasal yang disebut akan menjadi salah satu momen paling berkesan dalam film tersebut.
Kesuksesan film pertama yang meraih lebih dari 2,5 juta penonton menjadi modal besar bagi SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih untuk kembali menarik perhatian pencinta film Indonesia. Dengan perpaduan horor, komedi, drama, dan budaya lokal Jawa Timur yang kuat, film ini diharapkan mampu mengulang bahkan melampaui pencapaian pendahulunya di layar lebar nasional. (***)
(Rizki)

















