INSKANEWS, Jakarta—–Panitia Reuni Temu Kangen Alumni 143 Angkatan 1989 secara resmi dibubarkan dalam sebuah acara yang berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026 di Bangi Kopi kelapa Gading, Jakarta Utara. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum serah terima kepengurusan kepada pengurus Ikatan Alumni (Iluni) 143/89 yang baru. Acara dihadiri jajaran dewan pembina, dewan penasehat, panitia, serta sejumlah alumni yang telah berperan menyukseskan reuni.
Ketua Panitia Reuni, Aries Supriyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan dewan penasehat yang telah bekerja keras sehingga rangkaian kegiatan reuni dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, keberhasilan acara tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus modal untuk menyelenggarakan kegiatan alumni yang lebih baik pada masa mendatang.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan selama proses persiapan hingga pelaksanaan acara. Kesibukan pribadi membuat dirinya belum dapat mengawasi seluruh rangkaian pekerjaan panitia secara maksimal. Meski demikian, ia menilai seluruh panitia telah menunjukkan dedikasi dan semangat kebersamaan yang tinggi.
“Saya mewakili panitia memohon maaf sebesar-besarnya apabila dalam pelaksanaan reuni masih banyak kekurangan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada dewan penasehat yang telah membimbing dan mendukung kami hingga acara ini berjalan dengan baik. Dengan ini, panitia reuni secara resmi saya bubarkan,” ujar Aries Supriyanto.
Aries berharap pengalaman dari penyelenggaraan reuni kali ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama. Ia mengajak seluruh alumni untuk menjaga kekompakan, meningkatkan solidaritas, serta membangun organisasi alumni yang lebih kuat demi kepentingan bersama. Menurutnya, persoalan yang selama ini kerap muncul, terutama terkait pengelolaan keuangan organisasi, harus menjadi pelajaran agar tidak terulang pada kegiatan berikutnya.
Sementara itu, Dewan Pembina Hasan Basri menilai pelaksanaan Reuni Temu Kangen 143/89 berlangsung dengan baik meskipun sempat menghadapi beberapa dinamika di lapangan. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh panitia yang tetap menunjukkan semangat hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Hasan Basri juga memberikan penghargaan kepada tim lapangan yang bekerja tanpa mengenal waktu, mulai dari proses persiapan hingga pembongkaran perlengkapan setelah acara selesai. Menurutnya, pengorbanan para panitia merupakan momen yang akan selalu dikenang oleh seluruh alumni.
“Teman-teman bekerja sampai larut malam, bahkan saat hujan tetap bertahan di lokasi. Itu adalah kerja keras yang luar biasa dan patut diapresiasi. Semangat seperti inilah yang harus terus dipertahankan,” kata Hasan Basri.
Dalam kesempatan tersebut, Hasan Basri turut menyampaikan evaluasi terhadap kepanitiaan. Ia menegaskan bahwa setiap orang yang telah menerima amanah sebagai panitia, terutama ketua, harus memiliki komitmen dan tanggung jawab penuh untuk hadir dalam setiap agenda penting. Menurutnya, kedisiplinan dan komunikasi menjadi kunci keberhasilan sebuah organisasi.
Usai pembubaran panitia, acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan (sertijab) kepada kepengurusan Iluni 143/89 yang baru. Pergantian kepengurusan ini telah dipersiapkan sejak jauh hari oleh dewan pembina dan dewan penasehat sebagai langkah untuk menjaga kesinambungan organisasi alumni setelah reuni selesai dilaksanakan.
Ketua Iluni yang baru berhalangan hadir karena menghadiri acara keluarga. Oleh sebab itu, prosesi serah terima diwakili oleh Wakil Ketua Iluni 143/89, Arli Gardian, yang menerima simbolis estafet kepengurusan di hadapan para alumni.
Dalam sambutannya, Arli Gardian menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan melanjutkan berbagai program yang bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat organisasi alumni. Ia juga membuka ruang bagi seluruh alumni untuk menyampaikan gagasan dan masukan demi kemajuan Iluni 143/89.
“Reuni bukanlah akhir dari kebersamaan kita. Justru ini menjadi awal untuk membangun organisasi alumni yang lebih aktif, lebih solid, dan mampu menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh alumni,” ujar Arli Gardian.
Melalui pembubaran panitia dan serah terima kepengurusan tersebut, Alumni 143 Angkatan 1989 menandai dimulainya babak baru organisasi. Dengan semangat kebersamaan, kepengurusan baru diharapkan mampu melanjutkan program-program alumni secara berkesinambungan, mempererat hubungan antaranggota, serta menghadirkan kegiatan yang lebih meriah, tertata, dan bermanfaat bagi seluruh keluarga besar Alumni 143/89. (***)
(Rizki)

















