Eugene Panji Dikenang sebagai Sosok yang Baik

inskanewstv

August 27, 2026

4
Min Read

On This Post

INSKANEWS, Jakarta, 26 Agustus 2026 – Kepergian sutradara Eugene Panji pada Selasa (25/8/2026) meninggalkan duka bagi dunia perfilman dan industri kreatif Indonesia. Bukan hanya karya yang dikenang, sosok Eugene juga mendapatkan penghormatan dari orang-orang yang mengenalnya sebagai pribadi yang baik dan meninggalkan kesan positif.

Eugene Panji meninggal dunia pada usia 52 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Siloam Puri Cinere, Depok, Jawa Barat.

Kabar tersebut kemudian dikonfirmasi Persatuan Artis Film Indonesia (PB PARFI). Ketua Humas PB PARFI, Evry Joe, menyebut Eugene sebagai salah satu sutradara berbakat yang telah memberikan kontribusi bagi industri kreatif Tanah Air.

“Beliau termasuk sutradara yang berbakat,” kata Evry Joe kepada ANTARA, Rabu (26/8/2026).

Evry juga menyampaikan doa untuk Eugene dan keluarga yang ditinggalkan.

“Semua kita bakal berpulang namun Tuhan lebih sayang memanggil hambanya lebih dulu. Selamat jalan Mas Panji,” ujar Evry.

Namun, kesan mengenai Eugene tidak hanya datang dari organisasi profesi. Sejumlah sahabat dan rekan dari industri hiburan juga menyampaikan pesan perpisahan melalui unggahan media sosial Eugene yang dibuat sehari sebelum dirinya meninggal dunia.

Penyanyi Dira Sugandi menjadi salah satu yang meninggalkan pesan singkat tetapi kuat. Ia mengenang Eugene sebagai pribadi yang baik.

“Kamu orang baik, Mas. RIP,” tulis Dira Sugandi, seperti diberitakan JawaPos.com dan Liputan6.com.

Komedian Adjis Doa Ibu juga menyampaikan penghormatan sekaligus terima kasih atas karya dan kebaikan Eugene.

“Mas, selamat jalan. Makasih buat semua karya dan kebaikannya,” tulis Adjis.

Dua pesan tersebut memperlihatkan bahwa Eugene tidak hanya meninggalkan rekam jejak sebagai pekerja kreatif, tetapi juga kesan personal bagi rekan-rekan yang pernah bersinggungan dengannya.

Dari Video Musik hingga Layar Lebar

Sebelum dikenal sebagai sutradara film, Eugene Panji lebih dahulu membangun karier melalui dunia video musik. Ia menangani video klip sejumlah musisi Indonesia, termasuk Naif, Agnez Mo, Slank, Tompi, Cokelat, dan musisi lainnya.

Namanya kemudian semakin dikenal ketika menggarap film Cita-Citaku Setinggi Tanah pada 2012. Film tersebut bukan sekadar menjadi debutnya di layar lebar, tetapi juga memperlihatkan kepedulian Eugene terhadap persoalan sosial.

Film itu bahkan terpilih untuk berkompetisi dalam Berlin International Film Festival atau Berlinale 2013.

Perjalanan Eugene di layar lebar berlanjut dengan Naura & Genk Juara pada 2017, 22 Menit pada 2018, hingga Bangsatnya Cinta Pertama pada 2023.

Eugene dan Naura & Genk Juara

Salah satu karya yang memperlihatkan sisi Eugene sebagai pembuat film untuk keluarga adalah Naura & Genk Juara.

Film musikal anak tersebut diproduksi pada 2017 dengan Eugene Panji sebagai sutradara. Dalam proses kreatifnya, Eugene menekankan pentingnya persahabatan, kepedulian terhadap alam, serta pemanfaatan sains untuk hal-hal yang bermanfaat.

Dalam wawancara yang terdokumentasi dalam sebuah penelitian mengenai film tersebut, Eugene menjelaskan bahwa pesan moral yang ingin disampaikan adalah pentingnya kebersamaan dan hubungan antarmanusia.

“Kalau kamu menghargai sahabat dan alam maka kamu menghargai penciptanya,” kata Eugene dalam wawancara yang dilakukan pada 2 Maret 2020.

Pemikiran tersebut turut memperlihatkan karakter karya Eugene yang tidak hanya mengejar hiburan, tetapi juga berusaha menyisipkan nilai yang dapat diterima penonton.

Ketika Naura & Genk Juara sempat menuai kontroversi pada 2017 karena tudingan mengandung unsur yang mendiskreditkan agama tertentu, Eugene juga tampil memberikan penjelasan mengenai maksud film tersebut.

Ia menegaskan bahwa film itu dibuat sebagai hiburan untuk anak-anak dan membawa pesan positif.

“Itu pure film anak-anak,” kata Eugene kepada Kumparan pada November 2017.

Karya dan Kebaikan yang Dikenang

Sikap Eugene terhadap karya dan lingkungan di sekitarnya menjadi bagian dari jejak yang ditinggalkannya. Bahkan sejak film debutnya, Cita-Citaku Setinggi Tanah, ia telah memperlihatkan kecenderungan menggunakan karya kreatif sebagai medium untuk membawa pesan sosial.

Film tersebut dibuat dengan orientasi sosial dan seluruh keuntungan dari penayangannya didonasikan untuk anak-anak penderita kanker.

Karena itu, ketika kabar kepergiannya datang, sejumlah rekan tidak hanya mengingat film dan video musik yang pernah dibuat Eugene. Mereka juga mengenang pribadi di balik karya tersebut.

Ucapan Dira Sugandi, “Kamu orang baik, Mas,” serta pesan Adjis Doa Ibu tentang “karya dan kebaikannya” menjadi gambaran sederhana mengenai bagaimana Eugene dikenang oleh orang-orang di lingkaran kreatifnya.

Sementara itu, penerbit KPG turut mengenang warisan kreatif Eugene yang melintasi berbagai medium.

“Karya-karya Panji menjadi pengingat bahwa cerita dapat berpindah medium, dari layar, musik, hingga halaman buku,” tulis KPG dalam pesan dukanya.

Eugene Panji kini telah berpulang. Namun, film, video musik, gagasan, serta kesan baik yang ditinggalkannya membuat perjalanan kreatifnya tetap memiliki tempat dalam ingatan orang-orang yang pernah bekerja dan berkarya bersamanya.

Ryennaldy

Related Post