MAGELANG, INSKA NEWS — Pertunjukan kesenian tradisional Topeng Ireng Putra Putri Kawedar menjadi penutup rangkaian kegiatan Merti Dusun Jati sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Jati, Desa Jati, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Pertunjukan tersebut digelar pada Senin, 31 Agustus 2026, mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung sebagai bagian dari rangkaian acara yang sebelumnya diisi dengan Pengajian Akbar dan Pagelaran Wayang Kulit pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Kehadiran Topeng Ireng Putra Putri Kawedar tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan kesenian tradisional serta mempererat kebersamaan warga Dusun Jati.
Kepala Dusun Jati, Sunatio, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta dalam kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Merti Dusun Jati,” ujar Sunatio.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial maupun hiburan semata. Masyarakat diharapkan dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari seluruh rangkaian acara.
Sunatio juga berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan Merti Dusun Jati dapat semakin memperkuat silaturahmi serta kebersamaan masyarakat.
“Semoga dari kegiatan ini kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran. Kami juga berharap seluruh warga Dusun Jati khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, kesehatan, serta kesejahteraan,” harapnya.

Rangkaian Merti Dusun Jati sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk menjaga tradisi, memperkuat nilai keagamaan, serta mempertahankan semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Dengan tampilnya Topeng Ireng Putra Putri Kawedar, rangkaian kegiatan ditutup dalam suasana kebersamaan sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.(MMN)








