Sesditjen Polpum Kemendagri: ASMEN Harus Jadi Penjernih Ruang Publik di HUT ke-5

inskanewstv

October 24, 2026

3
Min Read

On This Post

INSKA NEWS, JAKARTA – Sekretaris Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Sesditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri, Andi Baso Indra Paharuddin, S.STP., M.Si., mendorong Forum Asistensi Media Nasional (ASMEN) untuk berperan aktif menjaga persatuan bangsa melalui penyebaran informasi yang berkualitas, literasi digital, dan kolaborasi antara pemerintah, media, serta generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 ASMEN yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 di Balai Kota DKI Jakarta. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur DKI Jakarta, jajaran Forum ASMEN, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan insan pers.

Dalam sambutannya, Andi Baso mengapresiasi tema kegiatan, “Semangat Sumpah Pemuda Memperkuat Ketahanan Nasional”. Menurutnya, nilai persatuan yang diperjuangkan para pemuda pada 1928 tetap relevan untuk menjawab tantangan kebangsaan di era digital.

“Pada tahun 1928, pemuda Indonesia tidak memiliki media sosial, internet, ataupun teknologi komunikasi seperti sekarang. Namun, mereka mempunyai sesuatu yang lebih penting, yaitu keberanian untuk bersatu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa para pemuda dari berbagai latar belakang kala itu mampu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok. Semangat tersebut, menurutnya, perlu menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menghadapi dinamika sosial dan perkembangan teknologi informasi saat ini.

Andi Baso menilai bahwa teknologi digital memberikan kemudahan dalam menghubungkan masyarakat. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga berpotensi memperlebar perbedaan apabila tidak diimbangi dengan kedewasaan dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa informasi memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan persepsi masyarakat, kepercayaan publik, serta pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

“Informasi hari ini bukan hanya komoditas, informasi adalah kekuatan. Media dapat membentuk persepsi, membangun kepercayaan, dan mengawasi kekuasaan. Namun, media juga dapat membantu menjaga persatuan dan ketahanan bangsa,” katanya.

Menurut Andi Baso, peran media tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi, tetapi juga mencakup tanggung jawab untuk menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga menyampaikan sejumlah data mengenai perusahaan pers dan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang disebutnya merujuk pada Dewan Pers. Data tersebut perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi sebelum dipublikasikan sebagai statistik terkini.

Lebih lanjut, Andi Baso menyebut pemerintah, media, dan generasi muda sebagai tiga unsur yang memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan nasional apabila mampu bekerja sama dalam semangat gotong royong.

Ia berharap ASMEN dapat meningkatkan perannya sebagai penghubung antara pemerintah dan insan pers, sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda dalam mengembangkan literasi digital.

“Harapan saya, jadilah jembatan antara media dan pemerintah, jadilah ruang kolaborasi antara generasi muda dengan insan pers, dan jadilah bagian dari literasi digital,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran organisasi asistensi media dalam menghadapi situasi ketika ruang publik dipenuhi informasi yang membingungkan atau memicu perpecahan.

“Jadilah kekuatan yang menjernihkan ketika ruang publik keruh, menyatukan ketika masyarakat terpolarisasi, dan memberikan harapan ketika masyarakat menghadapi ketidakpastian,” tegasnya.

Menurutnya, apabila peran tersebut dijalankan secara konsisten, ASMEN tidak hanya menjadi organisasi yang mewadahi insan media, tetapi juga dapat berkontribusi sebagai kekuatan sosial dalam menjaga persatuan dan ketahanan nasional.

Peringatan HUT ke-5 ASMEN ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Sumpah Pemuda, profesionalisme jurnalistik, serta sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat dalam membangun ruang publik yang sehat dan demokratis.(Sastra/tim)

Related Post