INSKANEWS, Jakarta – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin membuka peluang baru dalam dunia kerja, pendidikan, maupun pengembangan usaha. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemahaman mengenai perancangan sistem AI menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu terus dikembangkan.
Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan pembelajaran bertajuk “Menentukan Arsitektur Teknis Solusi AI” yang dijadwalkan pada Rabu, 4 November 2026, bertempat di kawasan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Kegiatan ini menghadirkan materi pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai bagaimana membangun dan menentukan arsitektur teknologi AI yang tepat, efektif, serta mampu mengikuti perkembangan kebutuhan di masa mendatang.
Berdasarkan materi presentasi, program ini memiliki durasi 30 jam pembelajaran, terdiri dari 6 jam teori dan 24 jam praktik. Dengan komposisi tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman secara konseptual, tetapi juga kesempatan mengembangkan kemampuan melalui praktik langsung.
Ada tiga target utama yang ingin dicapai, yakni kemampuan merancang arsitektur sistem AI yang scalable, memahami integrasi AI dengan sistem yang sudah tersedia, serta menentukan penggunaan infrastruktur berbasis cloud, on-premise, maupun hybrid.
Dalam wawancara dengan Dewi Indah, kegiatan pembelajaran ini menjadi perhatian tersendiri karena penguasaan teknologi AI dinilai memiliki peran penting dalam menghadapi perubahan era digital.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan peserta mampu meningkatkan wawasan, keterampilan, dan kesiapan dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara tepat guna.
Pelatihan ini sekaligus menjadi gambaran bahwa transformasi digital membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana merancang dan mengembangkan sistem di baliknya (Deni) .







