INSKANEWS , Jakarta, 6 November 2026 – Setelah menggelar pemutaran perdana dunia (world premiere) di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39 dan meraih penghargaan Asian Future Special Mention, Palari Films resmi merilis trailer dan poster film Desember Jani pada 5 November 2026. Film drama keluarga garapan sutradara Ariani Darmawan ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026.
Mengangkat kisah keluarga dengan empat perempuan dari tiga generasi, Desember Jani menghadirkan cerita tentang kehilangan, rasa bersalah, hubungan ibu dan anak, serta komunikasi dalam keluarga.
Film ini berpusat pada kehidupan Oma (Tutie Kirana), Winnie (Sigi Wimala), serta dua putrinya, Julia (Hyori Mika) dan Jani (Chempa Puteri). Konflik bermula ketika Julia pergi meninggalkan rumah tanpa pamit. Kepergiannya menyisakan pertanyaan dan rahasia yang kemudian membebani Jani.
Di tengah situasi tersebut, Jani dihadapkan pada pilihan sulit: tetap menyimpan rahasia demi melindungi kakaknya atau mengungkapkan kebenaran kepada ibunya.
Poster resmi film turut menggambarkan dinamika hubungan keempat tokoh tersebut. Kehangatan hubungan Jani dan Oma terlihat kontras dengan jarak emosional antara Winnie dan putri sulungnya. Potret itu merepresentasikan keluarga yang tidak sempurna, tetapi masih berusaha memperbaiki hubungan.
Debut Film Panjang Ariani Darmawan
Penghargaan Asian Future Special Mention di TIFF menjadi apresiasi penting bagi seluruh tim produksi dan pemain Desember Jani. Film ini sekaligus menandai debut film panjang Ariani Darmawan sebagai sutradara, debut penulisan skenario film panjang bagi Cyntha Hariadi, serta penampilan utama pertama Chempa Puteri dan debut film panjang Hyori Mika.
Penghargaan tersebut juga menjadi penanda kembalinya Sigi Wimala ke layar lebar setelah menjalani masa hiatus.
Produser Desember Jani, Meiske Taurisia, menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap keberanian para sineas dan pemain dalam menghadirkan pengalaman pertama mereka di dunia film panjang.
Menurut Meiske, film ini diharapkan dapat diterima oleh penonton Indonesia sekaligus membuka ruang percakapan mengenai persoalan-persoalan keluarga yang belum terselesaikan.
Sementara itu, Ariani Darmawan mengungkapkan bahwa Desember Jani tidak sekadar berkisah tentang keluarga tiga generasi yang menunggu kepulangan seorang anak. Film ini juga mengeksplorasi perasaan terdalam setiap anggota keluarga yang memiliki luka dan persoalannya masing-masing.
Ariani sebelumnya dikenal sebagai seniman visual sekaligus pendiri Kineruku Bandung. Ia pernah menggarap sejumlah film pendek dan dokumenter bertema identitas, termasuk Sugiharti Halim yang berkompetisi di Clermont-Ferrand. Desember Jani menjadi karya film panjang pertamanya setelah menjalani masa rehat dan merupakan refleksi personalnya sebagai seorang ibu sekaligus anak.
Skenario film ini ditulis Ariani bersama Cyntha Hariadi, penyair dan novelis yang telah lama dikagumi Ariani. Melalui kolaborasi tersebut, keduanya menghadirkan karakter dengan sudut pandang dan kompleksitas emosional masing-masing.
Kembalinya Sigi Wimala ke Layar Lebar
Dalam film ini, Sigi Wimala memerankan Winnie, seorang ibu tunggal yang menjadi tulang punggung keluarga. Di balik kesibukannya bekerja, Winnie menyimpan rasa bersalah sejak kepergian anak sulungnya.
Sigi menilai karakter Winnie menggambarkan tantangan orang tua tunggal yang harus menjalankan berbagai peran dalam keluarga. Kelelahan dan kekhawatiran terkadang muncul dalam bentuk kemarahan, meskipun sebenarnya berangkat dari rasa peduli terhadap anak.
Ia berharap film ini dapat mengingatkan para orang tua agar lebih memahami diri sendiri, menerima kelelahan sebagai hal manusiawi, serta tetap berusaha membangun komunikasi yang lebih baik dengan anak.
Selain Sigi, film ini menampilkan Chempa Puteri sebagai Jani dalam peran utama pertamanya dan Hyori Mika sebagai Julia dalam debut film panjangnya. Keduanya juga menyanyikan ulang lagu Kopi Kaleng karya Harlan Boer yang menjadi lagu tema (original soundtrack/OST) film tersebut.
Adapun Tutie Kirana memerankan Oma dengan karakter yang hangat dan jenaka, berbeda dari sejumlah peran yang pernah dimainkannya.
Desember Jani diproduseri Meiske Taurisia dengan Luna Maya sebagai produser eksekutif. Film ini menjadi produksi ke-11 Palari Films yang mengedepankan kepemimpinan kreatif perempuan dan kolaborasi lintas bidang.
Palari Films Gelar Kompetisi Film Pendek
Menyambut penayangan Desember Jani, Palari Films berkolaborasi dengan CapCut menggelar kompetisi film pendek bertajuk Stories of Her. Kompetisi ini ditujukan bagi kreator perempuan berusia minimal 18 tahun dengan karya berdurasi 3–5 menit.
Melalui tema tersebut, peserta diajak mengangkat pengalaman dan perspektif perempuan dalam keluarga, termasuk hubungan ibu dan anak, antarsaudara, serta relasi lintas generasi.
Para peserta akan mendapatkan pembekalan dari produser Desember Jani, Meiske Taurisia, dan sutradara Mouly Surya. CapCut juga akan memberikan panduan teknis dalam proses pembuatan karya.
Kompetisi berlangsung pada 26 Oktober hingga 22 November 2026. Sementara itu, pengumuman pemenang dijadwalkan pada 25 November 2026.
Selain kompetisi, CapCut menghadirkan templat khusus Desember Jani mulai 5 November 2026. Pengguna dapat memanfaatkan foto atau video pribadi dengan identitas visual film, termasuk elemen grafis, stiker, potongan dialog, serta OST Kopi Kaleng versi Jani dan Julia.
Melalui kisah keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Desember Jani mengajak penonton memahami bahwa setiap anggota keluarga memiliki pergulatan emosional masing-masing. Film ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus percakapan mengenai hubungan keluarga.
Film Desember Jani akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 10 Desember 2026.
Informasi lebih lanjut mengenai film ini dapat diakses melalui situs resmi Palari Films.
—
Ryennaldy








