INSKANEWS,CIKARANG PUSAT — Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, berjalan aman dan tertib. Hingga Minggu (20/9/2026) siang, situasi di empat desa yang menggelar pemungutan suara terpantau tetap kondusif.
Empat desa tersebut meliputi Desa Pasirtanjung, Hegarmukti, Cicau, dan Sukamahi. Pemantauan dilakukan oleh pihak Kecamatan Cikarang Pusat untuk memastikan tahapan pemungutan suara berlangsung lancar sekaligus memantau perkembangan keamanan di sekitar lokasi pemilihan.
Kasi Pemerintahan Kecamatan Cikarang Pusat, Ghilman Jauhar Makarim, mengatakan hasil pemantauan hingga pukul 12.42 WIB menunjukkan situasi di lapangan masih terkendali.
“Berdasarkan hasil monitoring sampai dengan pukul 12.42 WIB, kondisi di lapangan berjalan aman, kondusif dan damai,” ujar Ghilman.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 30 personel dari tim Kecamatan Cikarang Pusat diterjunkan untuk melakukan pemantauan di sejumlah titik. Pelaksanaan monitoring juga melibatkan unsur kepolisian dan TNI guna mendukung pengamanan selama proses pemungutan suara.
“Tim monitoring terdiri dari tim kecamatan kurang lebih 30 orang, didampingi juga oleh tim dari Polsek Cikarang Pusat, baik anggota Polsek maupun BKO sekitar dua peleton, serta Babinsa dari Koramil 012 Serang Baru Cikarang Pusat,” katanya.
Ghilman menjelaskan, koordinasi antara pemerintah kecamatan dan aparat keamanan dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi di masing-masing desa yang melaksanakan Pilkades. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat selama proses pemilihan berlangsung.
“Untuk Kecamatan Cikarang Pusat, tahun ini ada empat desa yang melaksanakan Pilkades,” ungkapnya.
Keempat desa yang mengikuti Pilkades tahun ini adalah Pasirtanjung, Hegarmukti, Cicau, dan Sukamahi. Berdasarkan hasil pemantauan hingga waktu tersebut, aktivitas pemungutan suara di seluruh wilayah tersebut berlangsung dalam keadaan aman.
Monitoring juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan di sekitar tempat pemungutan suara. Apabila ditemukan situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban, petugas dapat segera melakukan koordinasi dengan unsur terkait.
Ghilman mengimbau seluruh pihak untuk mempertahankan situasi yang telah berjalan kondusif. Ia meminta masyarakat tetap mengedepankan persatuan meskipun terdapat perbedaan pilihan dalam Pilkades.
“Yang paling penting, kita sama-sama menjaga persatuan dan kesatuan. Perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses pemilihan, sehingga jangan sampai menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” katanya.
Masyarakat juga diharapkan dapat saling menghormati pilihan masing-masing serta menjaga hubungan baik antarwarga, baik selama pemungutan suara maupun setelah seluruh tahapan Pilkades selesai.
“Kita berharap kondusivitas ini terus terjaga, masyarakat tetap tenang, dan seluruh rangkaian Pilkades di empat desa dapat berjalan aman, tertib dan damai,” Sumber:Newsroom Diskoninfosantik.
(Budiyana)








